News

Mengapa China Larang Layar Besar di Mobil? Ini Dampak Keselamatannya

Avatar photo
×

Mengapa China Larang Layar Besar di Mobil? Ini Dampak Keselamatannya

Share this article

MotoNup.net – Tren desain interior kendaraan masa kini yang berlomba-lomba menghadirkan layar raksasa di dasbor kini mulai menghadapi tantangan regulasi yang cukup serius di China.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) baru-baru ini mengusulkan aturan ketat yang membatasi penggunaan layar besar serta fitur-fitur hiburan di dalam kabin kendaraan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menekan risiko kecelakaan yang disebabkan oleh hilangnya fokus pengemudi saat mengoperasikan sistem infotainment yang terlalu kompleks.

Pergeseran Tren dan Risiko Keselamatan

Selama beberapa tahun terakhir, produsen mobil listrik global telah menjadikan layar sentuh berukuran besar sebagai standar baru. Desain ini bertujuan untuk menciptakan kesan futuristik sekaligus memangkas penggunaan tombol fisik yang dianggap ketinggalan zaman. Namun, kemudahan estetika ini justru menyimpan dilema ergonomis bagi pengemudi.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Carscoops pada 23 Oktober 2026, MIIT secara spesifik menyoroti bagaimana perangkat seperti layar infotainment, layar tambahan di kabin, hingga head-up display (HUD) dapat memicu gangguan konsentrasi. Regulator tidak hanya memandang dari sisi operasional, tetapi juga mengevaluasi keamanan perangkat tersebut agar tidak membahayakan penumpang jika terjadi benturan atau kecelakaan fatal.

Mengapa Layar Sentuh Bisa Menjadi Gangguan?

Secara analitis, masalah utama dari layar sentuh dibandingkan tombol fisik terletak pada tactile feedback atau umpan balik sentuhan. Tombol fisik memungkinkan pengemudi untuk mengenali fungsi melalui memori otot tanpa harus memalingkan pandangan dari jalan raya.

Sebaliknya, layar sentuh sering kali memaksa pengemudi untuk melakukan navigasi menu yang berlapis hanya untuk pengaturan sederhana, seperti menyesuaikan suhu AC atau intensitas cahaya. Ketika perhatian mata teralihkan ke layar selama beberapa detik saja, risiko insiden di jalan raya meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran layar yang besar tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan penggunaan bagi pengemudi.

Cakupan Regulasi yang Lebih Luas

Usulan aturan dari MIIT tidak berhenti pada aspek visual layar saja. Regulator juga memberikan perhatian khusus pada beberapa inovasi kenyamanan lainnya yang mulai populer, di antaranya:

  • Layar fleksibel dan lipat: Teknologi ini dinilai memiliki tantangan tersendiri dalam hal keamanan struktur kabin.
  • Kursi Zero Gravity: Posisi duduk yang terlalu rebah atau berputar saat mobil melaju dikhawatirkan mengurangi efektivitas sistem keselamatan pasif, seperti sabuk pengaman, saat terjadi pengereman mendadak.
  • Personalisasi lampu LED: Fitur yang memungkinkan pemilik mengubah desain pencahayaan eksterior kini berada dalam pengawasan ketat.
  • Perintah suara untuk fungsi kritis: Penggunaan kontrol suara untuk mengoperasikan kap mesin, pintu, atau lampu depan kini tengah dikaji ulang keamanannya oleh pemerintah.

Implikasi bagi Industri Otomotif

Langkah China ini kemungkinan besar akan memicu diskusi global mengenai batasan antara inovasi teknologi dan standar keselamatan berkendara. Produsen mobil kini berada di persimpangan jalan; mereka harus menyeimbangkan keinginan pasar akan kabin yang canggih dengan regulasi yang semakin memprioritaskan keamanan pengguna.

Baca juga: Lexus Siap Produksi SUV Listrik di Cina Mulai 2027: Analisis Dampaknya

Bagi industri otomotif, usulan ini menjadi pengingat bahwa kenyamanan dan hiburan tidak boleh mengorbankan fungsi utama kendaraan, yakni sebagai alat transportasi yang aman bagi pengemudi dan penumpangnya. Hingga laporan ini diturunkan pada Selasa (27/10/2026), keputusan akhir mengenai penerapan aturan ini masih menunggu ketetapan resmi dari pihak regulator China.

Catatan: Regulasi ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menyelaraskan perkembangan pesat teknologi kendaraan listrik dengan standar keselamatan yang tetap relevan di masa depan.