MotoNup.net – Bunyi kriet-kriet pada per CVT motor matic saat gas ditekan umumnya disebabkan oleh gesekan antar logam yang kering atau pelumas yang sudah mengeras akibat panas berlebih di area transmisi. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pembersihan menyeluruh pada rumah per CVT dan pemberian pelumas khusus berjenis grease CVT atau high-temp grease secara tipis dan merata.
Penyebab Utama Bunyi Berdecit pada Per CVT
Banyak pemilik motor matic mengabaikan suara decit yang muncul dari bagian bak CVT. Padahal, suara tersebut adalah indikasi adanya komponen yang bekerja tidak maksimal. Penyebab paling umum adalah hilangnya lapisan pelumas pada per CVT, sehingga terjadi gesekan logam dengan logam (metal-to-metal contact) saat per tertekan oleh gaya sentrifugal.
Selain itu, kotoran berupa debu kampas ganda yang masuk ke area per CVT dapat bercampur dengan sisa pelumas lama. Campuran ini membentuk kerak yang bersifat abrasif, yang bukan hanya menimbulkan bunyi, tetapi juga menghambat pergerakan per dalam merespons bukaan gas. Jika dibiarkan terlalu lama, per bisa mengalami kelelahan logam lebih cepat atau bahkan patah karena panas yang terperangkap.
Tanda-Tanda Per CVT Mulai Bermasalah
Selain suara kriet-kriet yang terdengar jelas saat awal akselerasi atau saat motor dalam posisi stasioner, ada beberapa gejala lain yang menyertai. Tarikan motor terasa lebih berat, terutama saat menanjak. Anda juga mungkin merasakan getaran tidak wajar (gredek) pada bagian belakang motor saat gas mulai diputar perlahan.
Perbandingan Gejala Kerusakan CVT
| Gejala | Penyebab Kemungkinan | Tindakan Perbaikan |
|---|---|---|
| Bunyi Kriet-Kriet | Per CVT kering/kurang pelumas | Bersihkan dan beri grease baru |
| Getaran (Gredek) | Kampas ganda kotor/mengeras | Amplas kampas dan mangkok ganda |
| Tarikan Berat | Roller aus atau per lemah | Ganti roller atau per CVT |
| Suara Kasar Berdenging | Bearing CVT sudah oblak | Ganti bearing transmisi |
Langkah Praktis Mengatasi Bunyi Per CVT

📷 Photo by otoseken.gridoto.com
Untuk mengatasi masalah ini secara mandiri, Anda perlu membongkar bak CVT dan mengeluarkan unit per CVT. Pastikan Anda memiliki kunci sok atau kunci CVT yang sesuai agar tidak merusak baut-baut penutup bak CVT.
- Buka baut penutup bak CVT menggunakan kunci T atau kunci sok ukuran 8mm secara menyilang agar penutup tidak melengkung.
- Lepaskan mur pengikat kampas ganda menggunakan kunci khusus CVT atau kunci sok 39mm (tergantung tipe motor) untuk mengeluarkan per CVT.
- Bersihkan sisa pelumas lama dan debu yang menempel di per, mangkok per, dan dudukan per menggunakan cairan pembersih brake cleaner atau bensin, lalu lap hingga benar-benar kering.
- Periksa kondisi fisik per, pastikan tidak ada keretakan atau perubahan bentuk (bengkok).
- Oleskan high-temp grease secara tipis pada ujung-ujung per CVT dan dudukan per; hindari pemberian terlalu banyak karena pelumas yang berlebih justru akan mengundang debu menempel lebih cepat.
- Pasang kembali per CVT ke posisinya dan pastikan terpasang dengan presisi sebelum mengencangkan mur pengikat.
- Pasang kembali bak CVT dan lakukan uji coba dengan menyalakan mesin serta menarik gas secara perlahan untuk memastikan bunyi decit sudah hilang.
Kesalahan Umum dalam Perawatan CVT
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah menggunakan pelumas sembarangan, seperti oli mesin atau gemuk biasa yang tidak tahan panas. Oli mesin akan cepat menguap karena suhu di dalam blok CVT sangat tinggi, sementara gemuk biasa akan mencair dan terlempar keluar akibat gaya sentrifugal, justru mengotori bagian kampas ganda dan menyebabkan selip.
Kesalahan lainnya adalah mengabaikan kondisi sliding sheave atau sering disebut sebagai jalur rumah roller. Jika per CVT sudah diberi pelumas tetapi bunyi masih ada, ada kemungkinan bunyi tersebut berasal dari pergerakan sliding sheave yang juga kering. Pastikan seluruh komponen yang bergerak di dalam area CVT mendapatkan pelumasan yang tepat.
Baca juga: Kenapa Suara CVT Jadi Kasar Menderu Setelah Pasang Per Racing
Pentingnya Pemilihan Grease yang Tepat
Jangan pernah menggunakan pelumas berbahan dasar litium standar untuk area CVT. Gunakanlah CVT Grease yang diformulasikan khusus untuk menahan suhu tinggi dan memiliki sifat adhesi yang kuat. Pelumas jenis ini dirancang untuk tetap menempel pada per dan komponen bergerak lainnya meskipun dalam kondisi putaran mesin yang sangat tinggi.
Jika Anda merasa tidak yakin untuk membongkar sendiri, jangan memaksakan diri. Mekanisme transmisi CVT sangat presisi. Salah dalam pemasangan, misalnya mur yang kurang kencang, bisa berakibat fatal pada komponen lain seperti as transmisi atau mangkok ganda yang bisa lepas saat motor sedang melaju kencang.
FAQ Seputar Bunyi CVT
Q: Apakah bunyi kriet-kriet pada CVT berbahaya jika dibiarkan?
A: Sangat berbahaya karena gesekan logam tanpa pelumas akan menyebabkan keausan prematur pada per dan dudukan per, yang pada akhirnya bisa membuat per patah dan mengunci sistem transmisi secara mendadak.
Q: Seberapa sering harus melakukan pelumasan pada per CVT?
A: Idealnya dilakukan setiap 8.000 hingga 10.000 kilometer atau setiap kali melakukan servis besar CVT untuk menjaga performa transmisi tetap optimal dan mencegah penumpukan kotoran.
Q: Apakah boleh menyemprotkan cairan WD-40 untuk menghilangkan bunyi tersebut?
A: Hindari penggunaan WD-40 atau cairan penetran sejenis pada area CVT karena sifatnya yang justru membersihkan sisa pelumas dan menguap dengan cepat, sehingga dalam jangka panjang akan membuat per lebih cepat kering dan berkarat.
Dengan melakukan perawatan rutin dan menggunakan pelumas yang tepat, masalah bunyi kriet-kriet pada per CVT dapat dihindari. Motor matic Anda akan kembali memiliki tarikan yang halus dan responsif, serta memperpanjang usia pakai komponen transmisi secara keseluruhan. Selalu perhatikan kebersihan area CVT setiap kali Anda melakukan servis rutin agar performa motor tetap terjaga dalam kondisi prima.
📷 Photo by shopee.co.id












